Waspada, Ini Dampak Sering Curhat di Media Sosial

Di zaman digital ini kehidupan manusia seolah tidak bisa lepas dari media sosial. Kebiasaan bermain di media sosial sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat milenial. Selain untuk saling berkomunikasi, media sosial sudah menjadi sarana hiburan yang praktis untuk melepas penat. Makanya tak jarang media sosial juga dijadikan sebagai tempat berkeluh kesah dan menumpahkan segala pikiran yang mengganjal dalam diri seseorang.

Banyak pengguna media sosial curhat di akun media sosialnya mengenai kehidupan sehari-hari bahkan masalah pribadinya sekalipun. Perilaku ini bisa berdampak positif maupun negatif tergantung berita apa yang dibagikan ke akun media sosial.

Namun, bila media sosial sering dijadikan tempat menumpahkan masalah pribadi, tentu bisa berdampak negatif di kemudian hari.Salah satu risiko yang kamu hadapi saat menceritakan masalah pribadi di media sosial adalah akan ada banyak orang yang mengetahui kehidupan pribadimu.

Orang-orang yang suka curhat di media sosial, umumnya ingin mencari dukungan untuk dirinya sendiri dan pengakuan dari orang lain. Mereka biasanya hanya punya sedikit teman atau tidak punya teman di dunia nyata yang bisa diajak bercerita tentang masalah yang sedang dihadapinya. Pada akhirnya, ia menumpahkan ke media sosial untuk mendapatkan dukungan melalui komentar di akun media sosialnya.
Mungkin mereka tidak menyadari bahaya akibat keseringan curhat di media sosial karena terlalu asyik dan menjadi sebuah kebiasaan.

Padahal media sosial akan menjadi jejak digital yang sulit dihilangkan. Meskipun orang tersebut sudah menghapus tulisannya, belum tentu unggahan yang ia buat sudah benar-benar hilang di media sosial. Pasalnya teknologi saat ini, memungkinkan orang lain untuk memfoto atau screen shoot maupun merekam layar unggahan di media sosial untuk disimpan di dalam galeri smartphone.

Orang lain bisa menilai seseorang dari rekam jejak media sosialnya. Tak jarang beberapa perusahaan yang mencari karyawan melihat jejak media sosial mereka sebelum direkrut menjadi karyawan di perusahaan tersebut. Hal ini tentu berefek buruk bila seseorang sering curhat di media sosial tentang masalah pribadinya.

Dampak lainnya ialah mereka akan kecanduan untuk berlama-lama di media sosial hingga dapat mengganggu kesehatan mental. Jaringan media sosial seperti Facebook, Twitter, dan Instagram memang dapat bermanfaat bagi kehidupan. Namun, sarana bersosialisasi ini juga bisa menyebabkan masalah kesehatan mental termasuk kecemasan, kesepian, dan perasaan terisolasi.

Dilansir dari Psychology Today, gangguan kecemasan akibat keseringan berselancar di media sosial adalah kondisi kesehatan mental yang mirip dengan gangguan kecemasan sosial atau gangguan kesehatan mental pada umumnya. Apalagi seseorang yang sudah mengidap gangguan kecemasan sosial atau depresi bisa mengalami gejala yang lebih buruk ketika terlalu sering menggunakan media sosial.

Hubungan pribadi seseorang dengan keluarga dan teman-temannya juga akan terganggu karena waktunya banyak dihabiskan untuk membuka media sosial. Hal ini dapat merenggangkan hubungan sosial dengan orang-orang di sekitarnya.

Nah, bagi kamu termasuk kategori orang yang sering curhat di media sosial, sebaiknya mulai batasi topik tentang masalah pribadi, ya.[]

Editor : Ihan Nurdin