Cegah Penularan Covid-19, Mahasiswi Unsyiah Asal Nagan Raya Ajak Masyarakat Gunakan Masker

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Dua mahasiswi Unsyiah asal Nagan Raya melakukan sosialisasi dan membagikam masker kepada masyarakat di pasar tradisional Jeuram, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya. Keduanya yakni Nadia Septi, mahasiswi Jurusan Biologi Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) dan Novita Sari, mahasiswi Jurusan Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsyiah.

Keduanya merupakan mahasiswi angkatan 2017 yang berasal dari Gampong Sapek dan Gampong Jeuram, Kecamatan Seunagan, Nagan Raya.

Nadia menyampaikan, kegiatan yang dilakukan pihaknya merupakan bagian dari program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Covid-19 yang diselenggarakan Universitas Syiah Kuala.

Menurut Nadia, kegiatan pembagian masker kepada masyarakat penting dilakukan untuk mencegah penyebaran virus Covid-19 yang mewabah di seluruh dunia. Selain itu, masker ini wajib digunakan saat berpergian, terutama ke tempat keramaian, salah satunya pasar.

Hal ini, lanjut Nadia, sesuai dengan protokol kesehatan yang dianjurkan oleh World Health Organization (WHO), yaitu sebuah Badan Kesehatan Dunia d ibawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang betindak sebagai koordinator kesehahan umum di seluruh dunia.

“Covid-19 merupakan virus yang tidak dapat kita lihat dengan mata. Penyebarannya sangat cepat yaitu melalui air liur (droplet) yang keluar dari mulut dan hidung kita. Bisa jadi, sekarang kita sudah terinfeksi oleh virus tersebut dan kita tidak merasakan gejalanya,” kata Nadia, Rabu (01/07/2020).

Sementara Novita menyampaikan, WHO menganjurkan untuk menggunakan masker agar tidak tertular dan menularkan virus. Selain menggunakan masker, WHO menganjurkan untuk membersihkan tangan dengan sabun atau sanitizer untuk mencegah penyebaran virus yang ada di tangan.

“Kemudian, selalu jaga jarak dengan orang lain paling sedikit satu meter dan sebisa mungkin hindari tempat keramainan, seperti warung kopi, kalau tidak memiliki kepentingan. Jika tidak bisa dihindari, seperti bekerja di tempat keramaian, tubuh kita harus tetap bersih dan sehat,” lanjut Novita

Di samping itu, masker yang dibagikan oleh Nadia dan Novita merupakan masker kain yang dapat dijahit sendiri di rumah. Setelah menggunakan masker kain ketika di luar rumah, kedua mahasiswi ini menganjurkan untuk mencuci masker dengan sabun lalu dijemur di bawah sinar matahari agar dapat digunakan kembali.

Novita berharap, virus Covid-19 tidak menulari masyarakat di Nagan Raya. Oleh sebab itu, dia mengajak seluruh masyarakat Nagan Raya agar dapat mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan oleh WHO. “Sampai hari ini, belum ada kasus positif Covid-19 di Nagan Raya. Saya harap, Nagan Raya bebas dari Covid-19 agar masyarakat dapat beraktivitas dan beribadah dengan nyaman,” tegas Novita.

Di sisi lain, Nadia mengatakan bahwa keberadaan virus Covid-19 baru dapat dideteksi dengan uji swab menggunakan real-time Polymerase Chain Reaction (qPCR) di Laboratorium Biologi Molekuler yang memiliki standar keselamatan (Biology Safety Level) paling rendah tingkat 2.

Penyebaran virus Covid-19 di Nagan Raya, lanjut Nadia, baru dapat diprediksi dengan akurat jika seluruh atau sebagian besar masyarakat Nagan Raya telah diuji swab qPCR karena memiliki tingkat akurasi yang tinggi.

“Oleh sebab itulah, saya berharap Pemerintah Aceh dan Pemkab Nagan Raya dapat melakukan tes massal Covid-19 dengan qPCR untuk seluruh masyarakat Aceh, khususnya Nagan Raya. Saya yakin Pemerintah Aceh memiliki anggaran yang cukup dari Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA) sebanyak Rp1,7 triliun untuk ‘berperang’ dengan Covid-19 di Aceh,” tuturnya Nadia.[]

Editor : Ihan Nurdin