Secangkir Kopi Tanpa Gula dan Manisnya Alunan Biola Wira

Wira memainkan biola di depan pengunjung Joel Bungalow, Sabtu (4/7/2020). [Foto: Nyak Rafa Al-Asrhaf, untuk aceHTrend]

ACEHTREND.COM, Lhoknga- Ada yang menarik di Joel Bungalow, yang beralamat di Pantai Lampuuk, Kecamatan Lhoknga, Aceh Besar, pada Sabtu (4/7/2020) sore. Di objek wisata pantai itu Wira and Wife Entertaiment, menggelar live acoustic. Pementasan musik tersebut dimulai setelah salat Asar dan berakhir jelang Magrib.

Awalnya saya mengetahui adanya live acoustic itu dari laman Facebook Azhar, seorang senior cum kolega di pergaulan sosial. Saya tunjukkan informasi tersebut kepada istri. Dia tertarik bersebab konser tersebut digelar ala musik jalanan oleh seniman yang sudah banyak makan asam garam dunia.

Alhasil, kami pun sepakat membatalkan rencana kunjungan ke objek wisata lainnya. Kami harus nonton konser tersebut. Sebuah tekad yang luar biasa, bersebab kami tidak mengetahui rekam jejak Wira and Wife Entertaiment. Berbekal satu-satunya keyakinan bahwa Joel Bungalow takkan mungkin menyuguhkan hiburan alakadar, kami pun tancap gas seusai Zuhur.

Sejumlah instrumental dimainkan oleh Wira di tepi pantai Lampuuk, Joel Bungalow, Sabtu (4/7/2020). [Foto: Nyak Rafa Al-Ashraf]

Tiba di sana, Wira belum datang. Saya pun memesan secangkir kopi tanpa gula. “Pantai di sini sudah lebih dari manisnya gula, sehingga kopi saya tidak perlu lagi ditambahkan pemanis buatan,” kata saya sembari bercanda.

Tidak berselang lama, Joel, yang merupakan owner sekaligus pengelola Joel Bungalow, ikut nimbrung di meja kami. Saya dan Azhar telah terlebih dahulu di sana sembari mengudap sajian makanan ringan dan kopi.

Kami terlibat perbincangan ringan terkait dunia pariwisata Aceh dan efek pandemi Covid-19. Serta keunggulan dunia pariwisata di Aceh, bila digarap serius oleh usahawan. Bila bertumbuh dengan baik, pariwisata akan menjadi salah satu “industri” yang akan membuka banyak lapangan kerja mulai dari tepi pantai hingga petani di ujung rimba. Kepada Joel, saya berjanji akan menulisnya secara khusus, pada moment lain.

15 menit usai kumandang salat Azhar, Wira dan Sari Belle mulai menghibur pengunjung. Di pembuka, mereka menyanyikan dua nomor lagu miliknya Iwan Fals dan Geisha.

Suasana semakin asyik ketika Wira mulai memainkan biolanya. Dia mulai dengan lagu Bungong Jeumpa. Istrinya menyanyikan lagu dan Wira menggesek biola. Badannya meliuk-liuk sembari tanggannya terus menggesek dawai yang mengeluarkan alunan merdu.

Wira and Wife Entertaiment, menghibur pengunjung Joel Bungalow. [Foto: Nyak Rafa Al-Asrhaf]

Pengunjung bertepuk tangan. Tidak sedikit yang merekam dengan kamera telepon genggam. Tak terkecuali Joel, sembari duduk dia merekam pertunjukan musik artis lokal yang dikontraknya di sore tersebut.

Berturut-turut Wira memainkan instrumental beberapa lagu seperti Pergilah Kasih yang dipopulerkan almarhum Krisye, Flashlight Jessi J, dan sejumlah tembang lainnya. Seniman yang memulai karir sejak 2010 dari sanggar ke sanggar, bisa menghipnotis pengunjung memberikan perhatian khusus untuk sang seniman.

Saya sempat membayangkan, andaikan Wira memainkan instrumental lagu populer sinema Bollywood, saya yakin, suasana akan semakin syahdu pada sore itu. Hehehe.[]