Heboh Goweser Perempuan Berbaju Pink, Ketua DPRK: Siapa Pun yang di Banda Aceh Wajib Hormati Syariat Islam

Ketua DPRK Banda Aceh Farid Nyak Umar

ACEHTREND.COM, Banda Aceh – Beredarnya foto-foto sejumlah goweser perempuan berbaju pink dengan penampilan yang dinilai tidak pantas telah membuat banyak pihak gerah. Di media sosial khususnya Facebook, foto-foto tersebut menjadi buah bibir warganet. Sebagian perempuan di dalam foto itu terlihat menggeraikan rambutnya.

Hal tersebut juga mendapat sorotan dari Ketua DPRK Banda Aceh, Farid Nyak Umar, yang menilai perilaku tersebut sebagai bentuk pelecehan terhadap syariat Islam di Aceh. Tindakan tampil di area publik dengan pakaian ketat dan tanpa menutup kepala khususnya bagi perempuan muslim, bukan saja bertentangan dengan syariat Islam, tetapi juga mengganggu kenyamanan publik.

Menurutnya, tindakan tersebut melanggar qanun syariat Islam khususnya Qanun Nomor 11 Tahun 2002 tentang Pelaksanaan Syariat Islam Bidang Akidah, Ibadah, dan Syiar Islam.

“Ini bentuk pelecehan terhadap pelaksanaan syariat Islam dan kearifan lokal masyarakat Aceh di bumi Serambi Mekkah yang selama ini kita tegakkan,” tegas Farid Nyak Umar, Senin (6/7/2020).

Farid menambahkan, Aceh khususnya Kota Banda Aceh dengan kekhususannya telah menerapkan syariat Islam sejak 2002 lalu. Oleh karena itu, siapa pun yang berada di Kota Banda Aceh ini, harus menghormati pelaksanaan syariat Islam sesuai qanun yang berlaku.

“Kita harus pahami bahwa Kota Banda Aceh sebagai etalasenya Aceh, apa yang mereka pertontonkan ini tidak hanya mencoreng wajah Banda Aceh tetapi juga Aceh,” ujarnya.

Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu meminta Pemerintah Kota Banda Aceh mengusut dan menindak tegas setiap pelanggar syariat Islam di Banda Aceh tanpa pandang bulu, sesuai dengan Pasal 14, Ayat 3 dan 4 Qanun Syariat Islam Nomor 11 tahun 2002.

Farid menilai apa yang dilakukan sekelompok goweser tersebut juga telah mencoreng komunitas gowes lain yang murni untuk berolahraga. Ia berharap tindakan tersebut tidak terulang lagi oleh siapa pun yang berada di Kota Banda Aceh.

Farid juga mengapresiasi gerak cepat Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, yang memerintahkan Satpol PP dan WH untuk mengamankan mereka dan melakukan pembinaan.

“Ke depan ini menjadi peringatan bagi Pemerintah Kota Banda Aceh untuk meningkatkan pengawasan pelaksanaan qanun-qanun Islam salah satunya dengan berpatroli rutin melibatkan aparatur gampong dan masyarakat karena Banda Aceh sebagai pilot project pelaksanaan syariat Islam di Indonesia,” ujarnya.

Editor : Ihan Nurdin