Janjikan Bonus Besar Modus Oknum Karyawan BRI Cabang Blangpidie Kelabui Nasabah

ACEHTREND.COM, Blangpidie –  Oknum karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Blangpidie, Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) berinisial RS (26) mempunyai cara jitu untuk mengelabui nasabah agar mau memberikan uang ratusan juta hingga miliaran rupiah kepada dirinya.

Dalam menjalankan aksinya, RS membujuk targetnya agar mau menjadi nasabah deposito dengan cara memberikan hadiah besar. Hal itu ia lakukan agar nasabah tergiur sehingga mau menyetor uang kepadanya. 

Kapolres Abdya, AKBP Muhammad Nasution SIK dalam konferensi pers di Mapolres Abdya, Senin (7/7/2020) mengatakan, modus operandi yang dilakukan RS menggunakan jasa pick up servis kepada nasabah yang menurutnya nasabah berpotensi memiliki finansial yang cukup.

“Pelaku juga mengiming-imingi kepada nasabah jika mau dia yang layani dengan deposito atau nabung di bank mereka, maka RS akan memberikan bonus sekian-sekian,” ungkap Kapolres.

Nasution menerangkan, bonus yang diberikan pelaku terhadap nasabah sudah tidak wajar seperti yang rutin dilakukan oleh pihak bank lainnya, dimana biasanya pihak bank hanya dengan cara surver-surver sifatnya ringan, akan tetapi ini sudah di luar kewajaran.

“Pelaku ini memberikan hadiah kepada nasabahnya dengan hadiah iming-iming seperti motor mahal, dan barang-barang, dan juga uang yang diminta oleh pelaku dalam bentuk deposit, sehingga korban tertarik untuk berinvestasi kepada pelaku,” jelasnya.

Kapolres menyebutkan, untuk saat ini pihaknya masih mendalami kasus tersebut.

“Berdasarkan hasil pemeriksaan sementara dari enam orang pelapor, kita sudah menerima laporan kerugian Rp6,3 miliar. Sedangkan ke mana saja uang itu digunakan oleh pelaku, kita masih melakukan pendalaman,” ujarnya.

Kapolres menerangkan, RS sendiri merupakan tercatat sebagai warga Gampong Meudang Ara, Kecamatan Blangpidie, Kabupaten Abdya.

Setelah dilakukan penangkapan oleh pihak Satreskrim Polres Abdya pada, Sabtu (4/7/2020) di Pegasing, Aceh Tengah, polisi berhasil menyita satu unit mobil jenis HRV nopol BL 1381 BZ dari tangan RS.

Selain itu, kata Kapolres, pihaknya juga mengamankan sejumlah barang bukti (BB) lainnya seperti lima buah kartu ATM, di antaranya dua kartu ATM BRI Syariah, dua kartu ATM BRI Britama, dan satu buah ATM BRI, satu unit EDC merk Ferifone, satu eksemplar laporan transaksi/rekening koran atas nama Anton Sumarno.

Kemudian sambung Kapolres, pihaknya juga mengamankan uang tunai senilai Rp1,8 juta, satu buah buku rekening BRI Syariah atas nama Syahrul, satu buah ID card Bank BRI atas nama RS, satu unit HP merk Vivo, satu unit Hp merk Oppo dan satu unit HP merk Samsung.

“Pelaku ini ditangkap atas dasar laporan enam orang nasabah kepada kita pada tanggal 3 Juli 2020. Pelapor mendatangi Polres Abdya guna melaporkan kejadian tindak pidana penipuan dan penggelapan yang dilakukan oleh RS,” terang Kapolres.

Mendapatkan laporan tersebut lanjut Kapolres, tim Satreskrim Polres Abdya yang dipimpin Kasatreskrim AKP  Erjan Dasmi, langsung melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.

“Jadi pada tanggal 4 Juli 2020, pelaku RS ini berhasil ditangkap di Gampong Bebangkan, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah,” jelasnya.

Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan pasal 46 ayat (1) Undang-Undang 10 tahun 1998 tentang perubahan atas Undang-Undang nomor 7 tahun 1992 tentang perbankan Junto pasal 372 junto pasal 378 KUHP.

“Pelaku diancam lima tahun penjara dan paling lama15 tahun penjara serta denda sekurang-kurangnya Rp 10 miliar rupiah dan paling banyak Rp 20 miliar rupiah,” pungkas Kapolres.[]

Editor : Ihan Nurdin