Tersangka Pembunuh Ibu Kandung di Aceh Utara Peragakan 26 Adegan di Hadapan Penegak Hukum

@aceHTrend/Mulyadi Pasee

ACEHTREND.COM, Lhoksukon – Personel Satreskrim Polres Aceh Utara bersama dengan Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Utara menggelar rekonstruksi pembunuhan yang dilakukan seorang pria terhadap ibu kandungnya di Gampong Meunasah Panton Labu, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Aceh Utara, Kamis (9/7/2020).

Rekonstruksi itu dilakukan petugas dengan membawa tersangka pembunuh Fatimah (63) yang dihabisi di dalam rumahnya oleh Nasrul (45) anak kandungnya sendiri.

Pantauan di lokasi, dalam rekonstruksi ini tersangka memperagakan adegan pembunuhan tersebut. Selain itu, juga terlihat puluhan warga memadati lokasi dan puluhan anggota polisi melakukan pengamanan.

Kepala Seksi Pidana Umum Kejari Aceh Utara, Yudi Permana mengatakan, terdapat fakta baru dalam rekonstruksi itu, Nasrul diketahui telah mempersiapkan pisau untuk membunuh ibu kandungnya sendiri yang dibeli di pasar tradisional Kota Panton Labu.

“Setiba di depan rumah korban, Nasrun menuju ke belakang rumah korban untuk mengambil pisau yang sebelumnya sudah disimpan selama delapan hari sebelumnya,” katanya.

Dia menjelaskan Nasrun membunuh korban dikarenakan tersulut emosi lantaran tidak diberi uang yang dimintainya.

Kemudian ibunya menanyakan pisau yang dipegang itu untuk apa, apa untuk membunuh saya dan memberikan saya surga? Lalu pelaku langsung menarik rambut, dan menghunuskan pisau ke leher ibunya.

Selain itu, tersangka juga mengakui mengambil kalung ibundanya itu setelah tewas pada 9 Juni 2019. Namun hingga saat ini polisi belum mengetahui keberadaan kalung itu.

KBO Reskrim Polres Aceh Utara, Aiptu Dapot Situmorang, mengatakan ada 26 adegan yang diperagakan tersangka ketika membunuh ibunya itu.

“Terkait kalung yang diambil oleh tersangka, pelaku mengakui kalung itu diberikan ke mertuanya. Namun, setelah kita panggil mertuanya membantah kalau pelaku pernah memberikan kalung,” katanya.

Sementara dari keterangan tetangganya yang diperoleh polisi, korban juga tidak pernah terlihat memakai kalung emas.[]

Editor : Ihan Nurdin