YARA Sarankan Penyidik Gunakan UU Pencucian Uang untuk Kasus Oknum Karyawan BRI Blangpidie

ACEHTREND.COM, Blangpidie – Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) menyarankan penyidik Polres Abdya agar menggunakan Undang-Undang Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus penggelapan uang nasabah yang dilakukan oleh oknum karyawan Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Blangpidie, berinial RS.

Pasalnya, berdasarkan hasil pemeriksaan awal penyidik, bahwa RS diduga berhasil membawa kabur uang nasabah mencapai Rp6 miliar lebih. Namun hingga saat ini yang melapor kepihak kepolisian terkait kasus itu hanya beberapa korban dengan total kerugian Rp3,6 miliar.

“Kita berharap penyidik gunakan undang-undang TTPU dalam pengembangan kasus ini. Kita bukan tidak yakin penyidik tidak mampu men-tracking aset dengan pasal 372, terlebih ini akan berhulu pada penyitaan nantinya. Kita lihat dengan modus yang beragam yang digunakan oknum ketika memainkan uang yang menurut pengaduan para korban kepada kita mencapai miliaran rupiah,” ungkap sekretaris YARA Abdya, Erisman, kepada aceHTrend, Jumat (10/7/2020).

YARA berharap penegak hukum tidak mentracking kasus tersebut hanya mengacu pada satu laporan (LP) saja, akan tetapi juga mengacu pada LP yang lain. Terlebih deteksi awal macetnya prkatik tersebut karena pola gali lubang tutup lubang yang dilakukan oleh pelaku.

“Pertanyaannya ke mana dibawa uang itu. Tentu ini yang menjadi alasan kita kalau penyidik harus gunakan TPPU untuk menembus batasan dalam pasal 372 dalam hal tracking aset. Maka patut kita duga hasil dari dugaan tindak pidana tersebut sudah ditempatkan, dialihkan, dibelanjakan, ditukar, hingga mengubah bentuk dan lainnya,” papar Erisman.

Menurut pengacara muda tersebut, keadilan bagi para korban tentu tidak cukup dirasakan dengan kepastikan hukum saja. Namun juga perlu kemanfaatan hukum agar tidak mati hak perdata korban untuk memperdatakan di kemudian hari.

“TPPU ini tentu juga untuk mempersempit peluang praperadilan pihak ketiga dalam hal penyitaan. Oleh sebab itu kita sarankan agar penyidik gunakan TPPU dalam kasus pengelapan uang nasabah ini,” pinta Erisman.[]

Editor : Ihan Nurdin