Upaya Guru di AS Mengajar Secara Online Dilawan Oleh Donald Trump

Sumber foto: Reuters.

ACEHTREND.COM,Washington-Pemerintah Negara Bagian Florida, melaporkan bahwa tingkat penularan Covid-19 di kawasan itu semakin meningkat, termasuk yang meninggal dunia. Pada Selasa (14/7/2020) 133 orang meninggal dunia. Angka ini semakin membesar, padahal pada 9 Juli lalu, jumlah kematiannya 120 orang.

Dilansir Aljazeera.com, Rabu (15/7/2020) mengantisipasi kemungkinan terburuk lainnya, para guru di sejumlah negara bagian di Amerika Serikat memilih mengajar di kelas virtual (kelas online) pada tahun ajaran baru yang akan dimulai dalam waktu dekat.

Sekolah-sekolah di Milwaukee, Wisconsin, hingga Fort Bend County, Texas, bergabung dengan dua distrik sekolah terbesar di California, Los Angeles dan San Diego, mengumumkan rencana untuk menjaga guru dan siswa dari kontak terlalu dekat. Upaya ini otomatis menghendaki terwujudnya kelas daring.

Keputusan itu membuat pemerintah distrik berselisih dengan Presiden AS Donald Trump, yang mengancam akan menahan dana federal atau menghapus status bebas pajak jika pemerintah federal menolak untuk membuka kembali ruang kelas, meskipun sebagian besar sekolah dibiayai oleh pajak negara bagian dan lokal.

Trump memandang pembukaan kembali ruang kelas, memungkinkan orang tua untuk kembali bekerja, sebagai kunci untuk pemulihan ekonomi dan dorongan untuk peluang terpilihnya kembali pada 3 November.

Pengelola sekolah di Los Angeles dan San Diego mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama pada hari Senin bahwa negara-negara yang telah membuka kembali sekolah, melakukannya setelah menetapkan tingkat infeksi yang menurun dan pengujian virus korona sesuai permintaan.

Pemerintah Amerika Serikat mencatat bahwa sampai Selasa (kemarin-red) jumlah penularan Covid-19 telah lebih 9.000 kasus baru. Angka ini turun dari 12.000 pada hari Senin dan mencatat kenaikan 15.000 pada hari Minggu.

Walikota Tampa Jane Castor mengatakan lonjakan ini akibat pelonggaran pembatasan ekonomi baru-baru ini. Ia menambahkan, bahwa hasil tes kesehatan memakan waktu 7-10 hari, menambah mempersulit upaya pengumpulan data dan menunda pengambilan keputusan kritis.

Kasus virus corona du AS meningkat di 46 dari 50 negara bagian pekan lalu dan jumlah kematian meningkat secara nasional pekan lalu untuk pertama kalinya sejak pertengahan April.

Editor: Muhajir