Empat Faktor Pemicu Gangguan Kecemasan Sosial

Ilustrasi

Jarang yang mengetahui bahwa gangguan kecemasan sosial atau social anxiety disorder salah satu masalah kesehatan mental yang sering terjadi, tapi tidak disadari. Orang yang mengalami gangguan kecemasan sosial akan mengalami perasaan cemas berlebihan hingga wajahnya memerah, jantung berdebar, gemetar, dan berkeringat ketika berinteraksi dengan orang lain. Apalagi bila disuruh berbicara di depan umum atau berada di tempat keramaian.

Pada umumnya rasa takut dan khawatir lumrah dialami oleh setiap orang, hanya saja bila perasaan tersebut berlebih hingga menganggu aktivitas harian, perlu diwaspadai dan harus segera mendapatkan terapi kesehatan mental. Sebab, bila hal ini dibiarkan akan berakibat kepada isolasi sosial yang merupakan salah satu diagnosis gangguan jiwa.

Sebenarnya apa sih yang menyebabkan faktor pemicu gangguan kecemasan sosial?

Lingkungan

Lingkungan dapat dijadikan sebagai faktor pemicu gangguan kecemasan sosial. Seseorang yang lahir dan hidup di lingkungan yang terlalu mengekang dan mengontrol hidupnya akan memiliki kecemasan berlebih ketika berinteraksi dengan orang lain.

Sebab, apa pun yang dilakukannya ia merasa ada yang mengontrolnya sehingga meningkatkan kewaspadaan diri. Bila hal ini terus terjadi, tidak menutup kemungkinan ia akan mengalami isolasi sosial.

Keturunan 

Gangguan fobia sosial cenderung terjadi secara turun-temurun di dalam keluarga. Namun, tidak bisa dipastikan apakah hal ini disebabkan oleh faktor genetik atau lebih cenderung merupakan sikap yang dipelajari berdasarkan pengalaman orang lain.

Rasa Malu

Gangguan kecemasan sosial juga bisa muncul akibat trauma karena seseorang mengalami peristiwa memalukan atau tidak menyenangkan yang disaksikan orang lain.

Perundungan/bullying

Istilah perundungan atau bullying mulai marak dikenal oleh masyarakat melalui media sosial sejak tahun 2014. Istilah ini disebut untuk menunjukkan perilaku yang dilakukan secara sengaja untuk menyakiti secara fisik, verbal, dan psikologis oleh seseorang terhadap seseorang atau sekelompok orang terhadap seseorang atau sekelompok orang yang merasa tidak berdaya.

Trauma akan sejarah yang pernah dialami di masa kecil akibat perundungan, bisa menghasilkan fobia serta rasa takut berlebih dalam konteks sosial. Tidak hanya itu, ketidakcocokan dengan teman-teman juga bisa memicu kecemasan sosial.

Dalam kebanyakan kasus, gangguan kecemasan sosial sering terjadi pada usia remaja atau dewasa muda, pada mereka yang pernah merasa dipermalukan di depan umum. Mereka tidak hanya merasa takut dan khawatir, tapi juga takut akan diawasi, dihakimi, atau dipermalukan orang lain.

Nah, gejala gangguan kecemasan sosial ini biasanya muncul atau tampak dalam situasi, seperti bertabrakan mata dengan orang lain, makan di hadapan orang lain, bersekolah atau bekerja, ketika memasuki ruangan penuh orang, menghadiri pesta atau acara pertemuan lainnya, dan berinteraksi dengan orang asing.
Oleh karena itu, pengidap fobia sosial ini akan menghindari sejumlah situasi di atas. Parahnya rasa takut atau khawatir ini tak hanya berlangsung sesaat, tetapi menetap. Bahkan, dalam beberapa kasus, bisa menimbulkan gejala, seperti bicara terlalu pelan, wajah memerah, sesak napas, perut terasa mual, otot-otot menjadi tegang, jantung berdebar, postur tubuh menjadi kaku, keringat berlebih, dan pusing.

Bila kamu merasakan hal demikian, ada baiknya segera mendapatkan pelayanan kesehatan mental supaya mengurangi gejala tersebut.[]

Editor : Ihan Nurdin