Mengais Keberkahan via Kenduri Blang Negeri Aulia Lhok Gôp (2)

Keindahan sungai di Lhok Gop, Kec Bandar Dua, Pidie Jaya @teropongaceh.

Oleh Helmi Abu Bakar El-Langkawi*

Keberadaan Lhok Gop selain menjadi destinasi wisata religi juga menjadi jalur aliran sungai untuk petani. Meskipun memang masih jarang dikunjungi oleh wisatawan, selain karena letaknya agak terpencil, juga karena kurangnya publikasi dari pemerintah, serta minimnya fasilitas dan infrastruktur pendukung. Praktis, wisata Krueng Lhok Gop masih sangat asri dan alami. Aliran airnya sangat jernih, susunan batu di tengah sungai dan derasnya aliran air menimbulkan irama alam yang harmoni dalam kesejukan. Riak-riak air yang terbentuk dari aliran yang membentur batu menambah eksotisme Krueng Lhok Gop. Namun, bagi masyarakat Gampong Kumba dan sekitarnya, Krueng Lhok Gop bukan hanya sebatas objek wisata semata, tapi juga sumber penghidupan. (Iskandar Norman).

Baca: Menelesuri Keperawanan Lhok Gôp: Negeri Aulia sebagai Destinasi Wisata (1)

Salah satu kebiasaan dan sudah menjadi tradisi ritual masyarakat Ulee Gle, Kecamatan Bandar Dua, Pidie Jaya menjelang turun ke sawah ialah mengadakan khanduri blang atau kenduri sawah yang dipusatkan di kawasan Krueng Lhok Gop.

Sejarah telah mencatat bahwa dalam masyarakat Aceh yang dikenal sebagai masyarakat yang majemuk dalam berbagai multidimensi kaya akan adat dan budaya serta kearifan lokal lainnya. Salah satu keanekaragaman budaya dan kebiasaan tersebut masih dilakukan turun temurun sampai sekarang dikenal dengan kenduri blang. Kearifan lokal Aceh kenduri blang masih eksis hingga sekarang. Acara kenduri blang biasanya dilakukan menjelang turun ke sawah.

Sebagian orang menganggap kenduri blang merupakan tradisi yang menyalahi syariat Islam, bahkan dianggap warisan agama Hindu hingga ada golongan agamawan yang memvonis dengan slogan kufarat, syirik, dan lainnya. Tentunya ini vonis yang “emosional” tanpa mengkaji lebih dalam di balik esensi kenduri blang dan nilai sosial kemasyarakatan. Kenduri blang merupakan bagian dari sedekah dan sedekah dianjurkan dalam agama, serta hikmahnya dapat menghindari dari musibah dan sejenisnya. Juga di balik kenduri blang adanya acara berdoa bersama semoga hasil garapan persawahan memberikan hasil yang lebih baik dan keberkahan negeri dan lainnya. Kenapa memilih tempat khusus seperti Lhok Gop, ini dikarenakan Lhok Gop salah satu tempat yang berkah, masyarakat bertabaruk dengan keberkahan tempat dan ini tidak dilarang dalam agama. Masih banyak nilai positif lainnya juga kajian yang lebih mendalam yang tidak mungkin dikupas lebih spesifik di kolom ini.

Kenduri blang ini oleh masyarakat menyebutnya dengan Khanduri Lhok Gop, merupakan kenduri yang dilaksakanan dalam rangkaian kenduri turun sawah atau bertani. Dalam kenduri ini dilakukan doa bersama yang dipimpin tokoh ulama maupun agamawan yang diikuti masyarakat, aneuk dayah, dan elemen lainnya.

Pascadoa bersama jamaah dan masyarakat yang hadir dilanjutkan dengan makan bersama menikmati daging kerbau yang dimasak bersama secara terpisah oleh masyarakat dari tiap-tiap gampong yang hadir. Dalam catatan sejarah, kenduri Lhok Gop ini merupakan salah kenduri akbar yang masih dipertahankan masyarakat Ulee Glee. Wajah tasmiah (indikator) dinamakan kenduri Lhok Gop karena lokasi kenduri berada di kawasan Lhok Gop yang letaknya di pedalaman bagian selatan Kecamatan Bandar Dua dan secara geografis Lhok Gop masuk dalam wilayah Gampong Kumba.

Kenduri Lhok Gop menjadi agenda rutin setiap bulan September di kawasan yang berupa sebuah lubuk di aliran sungai Krueng Jeulanga. Kenduri Lhok Gob dihadiri sampai ribuan orang, bahkan kenduri Lhok Gop laksana pesta rakyat, orang tua, anak-anak hadir berbaur juga para pedagang dari berbagai jenis kuliner juga ikut dalam kenduri tersebut.

Destinasi wisata Krueng Lhok Gop memang masih perawan dan jarang dikunjungi oleh masyarakat dan publikasinya dengan berbagai alasan. Kondisi terpencil, minimnya fasilitas, dan infrastruktur pendukung juga salah satu indikatornya. Panaroma Krueng Lhok Gop dengan keperawanannya plus masih sangat asri dan alami dihiasi aliran airnya sangat jernih, penampakan bebatuan di tengah sungai dan alunan airnya melahirkan sentuhan yang makin menambah nilai keindahan tersendiri.

Aliran air Krueng Lhok Gop juga jalur yang menghubungkan dengan Krueng Batee Iliek di Samalanga. Tentunya bagi masyarakat sekitar wilayah tersebut juga kawasan Samalanga-Lhok Gop bukan hanya sebatas objek wisata semata, tapi juga sumber penghidupan. Sudah ratusan tahun dan sejak peradaban muncul di sana, aliran sungai Krueng Lhok Gop menjadi sumber air bagi berhektare-hektare sawah masyarakat dan menjadi sumber air bersih untuk masyarakat setempat.

Destinasi wisata religi Lhok Gop yang masih terawat hingga saat ini bisa dirasakan berupa kesejukan dengan gemericik air dari celah batu menjadi irama alam yang syahdu di tengah kesunyian hutan. Setiap tahun, kenduri Lhok Gop diadakan di sungai tersebut dan masyarakat yakin dari sinilah mulut air terbuka dan menyemburkan kesuburan persawahan mereka hingga ke warga ibu kota kecamatan dan wilayah lainnya. Mengunjungi Lhok Gop, bahkan berzikir di tempat waliyullah menjadi penawar kalbu yang dipenuhi noda dan dosa.

Mengunjungi Lhok Gop juga bagian dari mensyukuri nikmat Allah Swt yang dianugerahkan kepada manusia sebagai khalifah di muka bumi ini. Keindahan alam dengan kicauan burung dan hewan juga gemericik air dari celah batu merupakan doa-doa untuk alam semesta dan penghuninya. Mari kita rawat alam dan tidak lupa mensyukuri nikmat ilahi.[]

Penulis adalah guru Dayah MUDI Mesjid Raya Samalanga dan pencinta keindahan alam

Editor: Ihan Nurdin