Apa Itu Gangguan Narsistik? Cek Gejalanya Yuk!

Ilustrasi narsistik

Banyak yang mengganggap bahwa orang yang hobi melakukan selfie adalah orang yang narsis, terlebih ketika foto tersebut dibagikan ke media sosial berharap mendapatkan pujian dari orang lain yang membuat dirinya bangga. Namun, apakah perilaku tersebut termasuk gangguan narsistik yang merupakan salah satu bagian dari gangguan mental?

Memang benar bahwa suka selfie dan membanggakan diri merupakan salah satu ciri dari orang yang memiliki sifat narsis. Akan tetapi, orang yang mengalami gangguan narsistik lebih dari sekadar suka selfie dan membanggakan diri.

Kita tidak bisa menyebutkan seseorang mengalami gangguan narsistik, sebab hanya dokter dan pakar kesehatan mental yang bisa mendiagnosis seseorang mengalami gangguan narsistik atau yang disebut sebagai Narcisssitic Personality Disorder. Orang yang mengidap gangguan narsistik menunjukkan kepribadian yang terlalu percaya diri dan sering melebih-lebihkan kemampuannya sendiri. Mereka kerap terobsesi pada diri sendiri serta merasa yakin bahwa mereka berhak mendapatkan perlakuan khusus dari orang di sekitarnya.

Faktanya, di balik rasa percaya diri yang terlalu tinggi, orang yang mengalami gangguan narsistik sebenarnya memiliki rasa percaya diri yang rapuh dan mudah runtuh hanya dengan sedikit kritikan. Tak jarang mereka akan sangat marah bila ada kritikan dari orang lain.

Saat menerima kritik atau pendapat orang lain, orang dengan gangguan ini cenderung menjadi marah dan tidak mau mendengarkannya. Oleh karena itulah gangguan kepribadian ini dapat memengaruhi berbagai aspek dalam kehidupan, apabila tidak ditangani segera.

Seperti disebutkan sebelumnya, narsistik adalah gangguan mental sehingga kondisi ini dapat diketahui melalui ciri-ciri gejala yang muncul. Bahkan dapat muncul pada masa kanak-kanak atau remaja. Namun, tidak semua gejala yang dialami dapat berlanjut menjadi sebuah gangguan kepribadian.

Berikut beberapa ciri gangguan narsistik yang perlu kamu ketahui.
1. Menilai diri sendiri terlalu tinggi dibandingkan orang lain secara berlebihan.
2. Menganggap diri dianggap superior tanpa adanya pencapaian yang pantas.
3. Melebih-lebihkan pencapaian dan bakat diri.
4. Meyakinkan diri sendiri sebagai seseorang yang superior dan meyakini bahwa hanya orang-orang yang sama istimewanya yang akan memahami hal tersebut.
5. Memiliki preokupasi atau pikiran dipenuhi dengan fantasi mengenai kesuksesan, kekuasaan, kepandaian, kecantikan atau ketampanan, atau mengenai pasangan yang sempurna.
6. Memiliki kebutuhan untuk selalu dipuji dan dikagumi.
7. Merasa diri istimewa.
8. Menganggap bahwa dirinya pantas diberi perlakuan spesial dan bahwa hal itu sebagai suatu hal yang wajar di mata orang lain.
9. Memanfaatkan orang lain untuk mendapatkan apa yang diinginkan.
10. Tidak mampu untuk meraba rasa atau menyadari perasaan atau kebutuhan orang lain.
11. Merasa cemburu terhadap orang lain dan merasa orang lain cemburu terhadap diri sendiri.
12. Memiliki perilaku yang arogan.

Bila kamu merasa terdapat ciri-ciri di atas pada dirimu, ada baiknya untuk menghubungi atau meminta bantuan psikiater atau psikologi untuk mengetahui diagnosis gangguan mental tersebut.

Ketika didiagnosis mengalami gangguan kepribadian narsistik, menjalani psikoterapi merupakan perawatan terbaik yang bisa dilakukan bersama psikiater maupun psikolog.[]

Editor : Ihan Nurdin