Kopi Mooda Titik Temu Pemuda di Pusat Kota

Oleh Ahmad Mirza Safwandy*

Selasa, 14 Juli 2020, Jalan T Hasan Dek, Beurawe terlihat macet, kiri kanan trotoar dipenuhi papan bunga penanda ucapan selamat. Pemuda di seantero Aceh berkumpul, inong agam berbaju biru bergaris putih dengan rapi memenuhi Kantor DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Aceh. Di tempat itu sebuah warung kopi yang bernama Mooda diresmikan.

Rona wajah Ketua KNPI Aceh Wahyu Saputra terlihat semringah. Ia menyapa tamu dari meja ke meja dengan ramah. Pada hari itu, warung kopi yang dia inisiasi bersama pengurus KNPI Aceh itu diresmikan oleh Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT. Istri Plt Gubernur Aceh, Dyah Erti Idawati pun ikut hadir. Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penyerahan santunan kepada anak yatim sebagai wujud sosial yang tidak boleh dilupakan.

Plt Gubernur Aceh dalam sambutan mengingatkan, bahwa setiap generasi akan berganti. “Negeri ini sangat bergantung pada anak muda, kita yang tua-tua pasti akan menurun dan nantinya akan digantikan oleh yang muda, kita hanya akan meninggalkan hal-hal inspiratif saja,” kata Nova Iriansyah memberi semangat.

Nova pantas memberikan apresiasi kepada KNPI Aceh yang sukses membuka ruang berwirausaha, yang menurutnya sebagai bentuk aktualisasi pemuda. Dan bagi pemuda-pemudi kreatif untuk dapat terus berkarya dan berinovasi, seperti yang menjadi harapan Nova di dalam sambutannya.

Bagi Wahyu Saputra, kehadiran Kafe Mooda bukan hanya untuk mengisi kekosongan bagian bangunan perkantoran saja. Melainkan untuk memberikan income lebih untuk organisasi, namun juga memberikan wadah baru untuk mengembangkan usahanya.

“Kami juga menerima produk UKM yang baru merintis untuk dijual sini,” ujar Wahyu Saputra dalam sambutannya.

Bentuk dukungan KNPI Aceh kepada UMKM jelas terlihat, pada sisi dinding kafe terdapat display produk UMKM, di antaranya kupiah Aceh, Minyeuk Pret, Jilbab See Nong, Pomade Royale, dan beberapa buku bacaan.

Kopi Mooda mengusung konsep modern, namun juga tampil dengan menu tradisional, dan suguhan kopi arabika. “Mooda di desain sebagai kafe modern, juga menyediakan menu tradisional Aceh, dan khas arabica pilihan,” ujar Khairul Riza, pengelola Mooda Kafe kepada aceHTrend.

Sebagai unit usaha KNPI Aceh, manajemen Kafe Mooda dikelola oleh tiga anak muda, Khairul Riza, Roza, dan Nainunis. Untuk saat ini, kopi yang disediakan adalah kopi arabika. Pada bulan Agustus nanti akan ada kopi robusta, yang dimulai sejak bakda subuh.

“Kopi Mooda adalah interpretasi dari spirit organisasi kepemudaan, kafe ini tidak sekadar hadir sebagai tempat temu, tetapi harus mampu menciptakan iklim usaha yang mandiri, berbasis pada pengembangan bisnis kreatif dan inovatif sesuai dengan tagline Kafe Mooda, yaitu creativepreneur lounge,” ujar Khairul Riza, organisatoris muda yang sudah malang melintang di dunia Cafe & Bistro.

Untuk menambah kenyamanan, Kafe Mooda menggunakan meja kecil dan beberapa kursi dengan anyaman rotan, juga kursi panjang yang di cat orange yang terbuat dari kayu, terdapat pula satu meja yang berada di ruangan ber-AC, setidaknya menjadi pilihan bagi yang menghindari asap rokok.

Tersedia sajian minuman dingin dan menyegarkan yang diracik dari kopi dengan campuran buah-buahan seperti, kopi kurma premium, kopi pokat premium, kopi tebu premium. Ada juga kopi pandan, kopi strawberry, kopi kelapa Mooda. Selain tersedua kopi, banyak minuman lain yang non-kopi, baik diseduh panas maupun dingin.

Namun, di antara minuman yang beraneka ragam itu, ada satu minuman yang paling spesial di Mooda, yaitu jus new normal. Jus ini terdiri dari buah bit sebagai bahan dasarnya. Biasanya umbi-umbian ini banyak digunakan untuk pengobatan alami. Buah bit tersebut diblender, dicampur dengan wortel, untuk lebih terasa segar ditambah perasan jeruk nipis. Sensasi manisnya hasil tambahan madu atau susu. Minuman ini memiliki manfaat, menurut Khairul Riza, dapat menjaga daya tahan tubuh dan meningkatkan stamina. Bila anda penasaran dengan rasanya, silakan datang ke Kafe Mooda, kafe ini adalah titik temu para pemuda di pusat kota![]

Editor : Ihan Nurdin