Ketahui Penyebab Tak Terduga Rambut Rontok

Ilustrasi rambut rontok

Rambut yang rontok memang tidak menyakitkan, tapi jika rontoknya berlebih dan tidak terduga akan timbul perasaan khawatir. Jangan-jangan ada pertanda lain jika rambut rontok secara tiba-tiba.

Normalnya, setiap hari seseorang akan kehilangan rambut sekitar 50-100 helai. Kondisi ini normal, tapi bila rambut mulai menipis karena kerontokan yang berlebih, kamu perlu mengetahui apa penyebab rontoknya rambut tersebut.

Kerontokan rambut terjadi ketika jumlah rambut yang rontok lebih banyak ketimbang jumlah rambut yang tumbuh. Hal inilah yang menimbulkan penipisan rambut. Nah, hal yang perlu diketahui bahwa kerontokan rambut merupakan sinyal dari tubuh mengenai kesehatannya.

Sebenarnya, apa sih yang menyebabkan rambut rontok? Berikut beberapa penyebab rambut rontok yang tidak diduga-duga.

Makanan yang Dikonsumsi

Makanan yang dikonsumsi sangat menentukan sehat tidaknya tubuh kita, termasuk rambut. Ia juga membutuhkan asupan nutrisi agar tetap sehat. Sel-sel di folikel rambut membelah dan tumbuh lebih cepat bila makanan yang dikonsumsi kaya akan nutrisi.

Rambut membutuhkan keratin agar tetap sehat dan berkilau. Agar produksi keratin tetap terjaga, mau tidak mau kita harus menerapkan diet sehat atau bergizi seimbang. Tujuannya jelas, agar rambut mendapatkan nutrisi yang dibutuhkannya.

Hati-hati bila kekurangan asupan vitamin B, seng, dan zat besi karena kekurangan zat tersebut dapat mengganggu siklus pertumbuhan rambut. Bahkan bisa menyebabkan folikel rambut masuk ke tahap ‘hibernasi’ dini yang kemudian diikuti oleh rambut rontok yang berlebihan.

Setelah Melahirkan 

Penyebab kerontokan rambut juga bisa dipicu oleh kondisi yang satu ini. Ketika hamil umumnya rambut wanita akan lebih tebal, lebat, dan berkilau. Hal ini karena lonjakan hormon kehamilan atau estrogen.
Namun, setelah melahirkan kadar hormon estrogen akan menurun sehingga rambut masuk dalam fase istirahat (telogen). Pada fase ini rambut akan mengalami kerontokan yang makin banyak tiap harinya.
Untungnya kondisi ini akan kembali normal beberapa bulan setelah melahirkan. Biasanya dalam waktu enam bulan rambut akan tumbuh kembali normal. Akan tetapi, bila lebih dari 12 bukan rambut tetap mengalami kerontokan, cobalah tanyakan pada dokter mengenai kondisi tersebut.

Obat Jerawat atau Krim Antipenuaan 

Terdapat beberapa obat-obatan yang bisa memengaruhi hormon tubuh, sehingga menyebabkan perubahan pada rambut. Salah satunya disebabkan oleh obat antijerawat yang mengandung retinol. Selain itu, ada pula beberapa krim antipenuaan dengan kandungan retinol yang bisa menyebabkan kerontokan rambut.

Teromol sendiri merupakan zat yang terbuat  dari vitamin A. Obat ini awalnya digunakan sebagai obat jerawat pada 1970-an. Akan tetapi, sayangnya para ahli tak mengetahui secara pasti bagaimana obat-obatan (dengan retinol) ini menganggu pertumbuhan rambut.

Selain itu, hal yang perlu digarisbawahi, retinol tidak hanya terkandung di dalam obat abtijerawat atau krim antipenuaan saja. Terdapat beragam obat-obatan lain yang mengandung zat ini.

Mengidap Penyakit atau Mengalami Kondisi Tertentu 

Penyebab rambut rontok juga bisa dipicu oleh penyakit atau kondisi medis tertentu. Periode penyakit yang berkepanjangan atau parah dapat memengaruhi kesehatan rambut. Contohnya, stres atau diet yang ekstrim. Selain itu, anemia juga bisa memicu kerontokan rambut karena berkurangnya kadar zat besi dalam tubuh.

Beberapa penyakit atau kondisi tertentu juga bisa menyebabkan kerontokan rambut, seperti gangguan autoimun, penyakit tiroid, gangguan pada kulit kepala akibat infeksi, cedera kepala, hingga luka bakar.

Gaya dan Perawatan Rambut

Ternyata, terlalu sering mengganti gaya rambut atau perawatan rambut tertentu juga bisa menyebabkan kerontokan rambut. Contohnya, gaya rambut yang dikepang terlalu ketat atau ekstensi rambut. Bila hal ini terus dilakukan dari waktu ke waktu, maka bisa membuat folikel rambut tertekan, sehingga mengakibatkan kerontokan.

Tidak hanya itu, melakukan perawatan rambut dengan bahan kimia keras atau panas tinggi, seperti rebonding atau smoothing juga bisa memicu kerontokan rambut.

Itulah beberapa penyebab yang bisa memicu kerontokan rambut. Dengan mengetahui faktor penyebabnya, kita perlu mengantisipasinya dan tidak perlu merasa cemas bila faktor tersebut hal yang wajar seperti ketika setelah melahirkan.

Namun, bila kerontokan rambut diakibatkan faktor lain seperti penyakit, kamu bisa mendiskusikannya dengan dokter cara menanganinya.[]

Editor : Ihan Nurdin