Mengenal Tahapan Pemeriksaan untuk Deteksi Rabun Jauh

Rabun jauh atau yang disebut miopi bisa menyerang siapa saja, baik orang dewasa maupun anak-anak. Pada anak-anak, risiko penyakit ini meningkat jika ada faktor genetik.

Maksudnya, bila seseorang memiliki riwayat rabun jauh maka akan berpotensi diturunkan kepada anaknya. Oleh karena itu, perlu mengenal cara pemeriksaan untuk deteksi rabun jauh agar mendapatkan penanganan lebih cepat bila mengalami gejala rabun jauh. Tujuannya untuk mengetahui apakah gejala yang muncul memang merupakan tanda dari gangguan mata tersebut atau ada masalah lainnya yang terjadi pada mata.

Rabun jauh merupakan gangguan penglihatan yang menyebabkan mata tidak bisa melihat objek yang letaknya lebih jauh dengan jelas, tapi bisa melihat objek yang letaknya dekat secara jelas.

Belum diketahui apa yang menjadi penyebab pasti kerusakan pada mata yang berujung pada rabun jauh. Namun, ada beberapa pendapat yang menyebut bahwa rabun jauh dapat dipicu oleh dua faktor, yaitu faktor keturunan dan pengaruh lingkungan, seperti terlalu sering menonton televisi, menggunakan komputer, membaca buku dengan cara yang salah, atau dengan penerangan yang redup sehingga meningkatkan risiko penyakit ini.

Pemeriksaan harus segera dilakukan jika seseorang mulai menunjukkan gejala yang dicurigai sebagai tanda rabun jauh. Berikut tahapan pemeriksaan yang dilakukan untuk mendeteksi rabun jauh, di antaranya sebagai berikut.

Riwayat Gejala 

Pemeriksaan pertama yang dilakukan adalah mengetahui riwayat gejala yang muncul. Bila kamu baru pertama kali melakukan pemeriksaan pertama ke dokter, maka ia akan menanyakan riwayat gejala yang muncul. Dokter juga akan mencari tahu sejak kapan gejala muncul serta tingkat keparahannya.
Selanjutnya, pemeriksaan fisik pada mata akan dilakukan untuk menentukan apakah gejala yang muncul merupakan tanda penyakit rabun kau atau bukan.

Tes Ketajaman Mata

Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan ketajaman mata. Tes ini dilakukan dengan menggunakan diagram huruf dan angka. Kamu akan dimintai untuk mencoba membaca huruf-huruf atau angka yang berada pada diagram dengan jarak 6 meter.

Angka dan huruf dalam diagram tersebut akan tersusun mulai dari ukuran besar hingga paling kecil. Tujuannya untuk mengukur ketajaman mata melihat objek dan mengetahui tingkat keparahan rabun yang dialami.

Pemeriksaan Pupil

Setelah kedua pemeriksaan di atas dilakukan, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjutan jika dibutuhkan. Pemeriksaan dimulai dengan pupil untuk melihat respon pupil terhadap cahaya. Tes ini dilakukan dengan menyinari cahaya senter atau lampu khusus pada mata.

Gerakan Mata

Pemeriksaan juga dilakukan pada gerakan mata. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah mata bergerak secara selaras atau tidak. Pemeriksaan juga dilakukan untuk melihat kemampuan penglihatan samping pasien.

Bagian Depan Bola Mata 

Pemeriksaan juga dilakukan untuk memeriksa bagian depan bola mata. Pemeriksaan ini bertujuan un5uk melihat kemungkinan adanya luka atau katarak pada bagian kornea, iris, lensa, dan kelopak mata.

Seluruh pemeriksaan tersebut dilakukan untuk mengetahui kemungkinan ada gangguan mata lain yang menyertai rabun jauh. Serangkaian tes tersebut juga bisa dilakukan untuk mengetahui penyebab gejala yang muncul. Untuk menghindari gangguan pada mata, pastikan untuk tetap menjaga kesehatan mata.[]

Editor : Ihan Nurdin