Dua Mucikari Prostitusi Online di Langsa Dicambuk

Penyedia atau mucikari prostitusi online saat menjalani hukuman cambuk, Senin (27/7/2020).

ACEHTREND.COM, Langsa – Dua ibu rumah tangga yang juga mucikari prostitusi online di Kota Langsa berinisial YU (47) dan HE (35) menjalani hukuman cambuk masing-masing sebanyak 95 kali. Prosesi cambuk berlangsung di halaman Kantor Dinas Syariat Islam Kota Langsa, Senin (27/7/2020).

Kepala Dinas Syariat Islam dan Pendidikan Dayah Kota Langsa, H Aji Asmanuddin mengatakan, hukuman cambuk itu berdasarkan putusan Mahkamah Syar’iah Langsa Nomor 4/JN/2020/MS.Lgs yang memutuskan dua mucikari/penyedia jasa prostitusi online yang ditangkap aparat kepolisian Polres Langsa itu dihukum uqubat ta’zir berupa cambuk sebanyak 95 kali.

Aji menjelaskan, dalam amar putusan tersebut, YU dan HE secara sah dan menyakinkan menurut hukum bersalah melakukan jarimah (tindak kejahatan). Keduanya menyediakan fasilitas atau mempromosikan jarimah zina sebagaimana diatur dalam Pasal 33 ayat 3 Qanun Nomor 8 Tahun 2014 tentang Hukum Jinayat.

Selanjutnya menjatuhkan uqubat ta’zir berupa cambuk kepada YU dan HE, masing-masing sebanyak 95 kali di depan umum, dengan perintah para terdakwa tetap ditahan sampai uqubat selesai dilaksanakan.

Aji berharap, dengan adanya hukuman cambuk kepada mucikari prostitusi online ini, bisa menjadi pelajaran bagi yang masih menjalankan bisnis esek-esek tersebut. Ia juga meminta agar profesi yang melanggar norma agama dan sosial itu tidak dilakoni lagi di Kota Langsa khususnya, dan di Aceh pada umumnya.

“Kepada orang tua mari jaga anaknya jangan sampai terjerumus ke dunia gelap yang penuh dengan noda dan dosa tersebut. Mari ambil hikmahnya jangan ada lagi mucikari-mucikari lain, ini adalah pertama dan terakhir. Jika masih ada mucikari di Langsa, maka kami akan terus mencarinya ke mana pun bersembunyi dan bagi yang melindunginya akan kami usir dari Langsa. Siapa pun dia,” tutupnya.[]

Editor : Ihan Nurdin