Ombudsman Aceh Khawatir RS di Aceh Tak Mampu Tanggulangi Covid-19

Kepala Ombudsman Perwakilan Aceh Dr. Taqwaddin.

ACEHTREND.COM,Banda Aceh- Akhir Juli 2020, jumlah warga Aceh yang dilaporkan positif Covid-19 berjumlah 74 orang. Angka ini melonjak drastis ketimbang bulan-bulan sebelumnya. Fenomena tersebut mengusik Ketua Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr. Taqwadin Husin.

Dalam rilisnya kepada aceHTrend, Jumat (31/7/2020) Taqwadin mengatakan pihaknya meragukan kemampuan manajemen rumah sakit di Aceh dapat menanggulangi Covid-19. Karena keberadaan tenaga medis bukan berada di garis depan. Sebab medis merupakan pelapis alias benteng terakhir dalam penanggulangan virus Corona.

Taqwadin menilai, langkah antisipasi yang dilakukan oleh Pemerintah Aceh sejauh ini terbukti tidak mampu menghambat laju Covid-19. Semakin hari semakin banyak warga yang terpapar. Naiknya jumlah penderita, merupakan data yang ditemukan setelah seseorang dilaporkan sakit. Bukan hasil tes swab massal yang seharusnya jauh-jauh hari sudah dilakukan oleh Pemerintah Aceh.

“Kondisi Covid-19 di Aceh makin riskan dan membahayakan. Hari ini, Kamis 30 Juli 2020, media massa terverifikasi memberitakan bahwa jumlah yang terpapar mencapai 74 orang. Terjadi peningkatan drastis dibandingkan hari-hari sebelumnya. Mengapa dan apa solusi yang dapat dilakukan oleh semua kita untuk mengeliminasi dan bahkan untuk menghentikan laju penyebaran Covid-19 tersebut?” Kata Taqwadin.

Untuk langkah antisipasi bertambahnya jumlah penderita Covid-19 di Aceh, Taqwadin menyarankan kepada seluruh warga masyarakat Aceh agar hati-hati dan terapkan protokol kesehatan. “Yaitu, jangan keluar rumah jika tidak penting sekali, pakai masker jikapun harus keluar rumah, sering cuci tangan, jaga jarak dengan orang lain, jaga tubuh agar selalu bugar, jaga kebersihan, dan selalu berdoa.”

Pemerintah Aceh dan pemerintah kabupaten/kota agar melakukan edukasi yang merakyat kepada warga masyarakat. Libatkan ulama dan tokoh-tokoh masyarakat dalam edukasi bahaya Covid dan pentingnya protokol kesehatan. Sampaikan materi-materi tentang bahaya Covid serta cara pencegahannya dalam setiap khutbah Jumat dan juga pada setiap ceramah-ceramah agama.

“Kesan saya, warga masyarakat, termasuk tokoh-tokoh masyarakat masih ada yang beranggapan remeh dan bahkan berpikir negatif terhadap fakta Covid-19 dengan segala protokolnya. Sepertinya, masih ada yang tidak percaya banyaknya korban yang terpapar covid. Begitu pula terhadap yang meninggal dunia karena Covid,” kata Taqwadin.

Jika makin hari jumlah yang terpapar makin meningkat. Taqwadin khawatir karena fasilitas dan SDM para dokter serta paramedis di Aceh memiliki banyak keterbatasan. Sehingga, jika kuantitas yang terpapar semakin banyak, selaku Ombudsman RI Aceh, dia ragu dengan kemampuan rumah sakit dalam melayani secara optimal para pasien terpapar Corona.

“Jangan sombong dan takabur. Sekali lagi, saya ingin sarankan agar Satgas Covid-19 mengundang para ulama dan tokoh-tokoh masyarakat yang memiliki massa dan pengaruh untuk meminta bantuan mereka guna melibatkan diri dalam upaya mencegah dan menanggulangi Covid-19 di Aceh.”[]