Ruang Manfaat
Oleh Ahmadi M isa* Persegi kecil di sekelilingnya tertata keramik putih. Bagian dalamnya dipenuhi bunga mawar yang kian memamerkan keindahan. Rumput-rumput kecil tumbuh di celah-celah keramik yang renggang. Dua batu yang sama besar terletak di ujung utara dan selatan. Di bagian utara terukir sebuah nama yang penuh kenangan....
Oleh Muhajir Juli Seribuan orang berkumpul. Hari ini aku dilantik. Jutaan ucapan selamat datang dari berbagai penjuru. Bliz kamera tiada henti menerpa wajahku yang semringah menanti jabatan baru. Sebuah jabatan yang bisa mengatur seluruh abdi Antapura Achania Malakala. Dua hari sebelum SK itu datang, aku bertanya kepada Bathara Sapta Prabu Achania...
Oleh Muhajir Juli Hujan deras baru saja berhenti. Matahari sudah bersiap-siap menuju peraduan. Bayu berhembus dingin. Membekukan apa saja di sore nan sejuk itu. Suara burung hantu, monyet dan jangkrik saling beradu cepat. Lambaian daun-daun menyiratkan bahwa sebentar lagi malam akan menjemput. Badrun, lelaki 30 tahun, tampak duduk termenung di atas...
Oleh Ahmadi M. Isa* Dari ujung desa yang dikelilingi persawahan, tampak sebuah bangunan tua yang masih berdiri tegak. Bangunan tua yang masih terpelihara arsitekturnya itu adalah sebuah masjid yang sarat dengan peristiwa sejarah masa lalu. Kubah masjid yang berundak-undak adalah perpaduan dari unsur arsitektur...
Oleh Suhaimi* Dulu, kita tak akan percaya bahwa seseorang bisa gila gara-gara kalah dalam sebuah kompetisi. Tetapi sekarang hal tersebut seakan-akan menjadi sesuatu yang lumrah dan bisa dialami oleh setiap orang. Hebatnya, pesta demokrasi menjadi jalan tol bagi siapa pun untuk menjadi gila.
Oleh Azharul Husna* Sejak delapan bulan belakangan ini para pelintas jalan mulai sering melihatnya. Bukan apa-apa, mereka ramai sekali. Sejak waktu itu pun bendera berwarna-warni mulai berkibar di mana-mana. Layaknya sebuah komando, mereka mulai ramai menunjukkan diri. Para pedagang yang...
Oleh Rahmat Hidayat Dekatlah lagi, akan kubacakan sebuah cerita padamu agar lekas terlelap. *** Dengan disinari cahaya purnama, Zubaidah tampak berjalan tergopoh-gopoh memasuki pekarangan rumah Aceh yang hanya dipagari tanaman teh setinggi satu meter. Wajahnya tampak ketakutan. Ujung kain sarung cokelat lusuh berbatik sayap-sayap burung yang mulai tampak pudar, ditariknya selutut...
Oleh Alfi Syahril Inilah negeri "Negeri Para Bedebah" dipenuhi oleh manusia-manuasia yang serakah. Perjuangkan kebenaran, perjuangkan keadilan. Kezaliman perlu dilawan. Penindasan perlu dihancurkan. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Begitulah Mukidi menutup orasinya di depan jutaan demonstran yang ikut dalam aksi menolak beberapa kebijakan pemerintah. Kebijakan yang dinilai tidak pro rakyat meski...
Oleh Munawar*) Rusli dulunya pemuda yang tambun, tanpa alasan yang jelas tubuhnya digerogoti darah manis hingga membuat orang-orang tak bisa percaya melihat tubuhnya yang kini menjadi ringkih. Hari-harinya dihabiskan berteman dengan rokok yang tiada putus. Dia pernah menjadi pemuda, tapi setelah angka usianya yang ke tigapuluh lewat, Rusli dijuluki bujang...
Hujan belum reda. Di depan toko tanpa lampu yang pintunya terkunci Nayla menadahkan tangan menahan tetesan hujan yang meluncur dari kanopi toko. Tangannya terlihat menangkapi setiap tetes air yang jatuh dengan tangan kecilnya seakan sedang menangkap harapan-harapan yang berjatuhan ke tanah yang tak ramah ini begitu saja. Di belakangnya...