fbpx
Nafasnya belum berhenti menderu. Bocah dekil itu baru saja berhasil meloloskan diri dari sergapan Satpol PP yang mencoba menangkapnya ketika mengemis di Simpang Lima Kota Para Sultan. Namanya Saleh. Seorang piatu malang yang ayahnya dipasung karena gila menahun. Siang itu, usai berpetak umpet dengan polisi penegak perda,dia mencoba mengambil nafas...
Abdullah Hujan baru saja reda. Udara pagi yang dingin dengan pelan menyelinap di balik jaketku. Rasa dingin menyibak dan menembusi tulang. "Untung saja aku sempat mandi tadi, kalau tidak pasti rasa dingin ini akan begitu menyiksa tubuh," batinku sambil melangkah pelan memasuki...
Sudahilah! Untuk malam ini, simpan saja ceramah janji-janjimu itu di bawah bantal tidurku. Aku mulai menguap, batuk dan terkantuk-kantuk mendengarnya. Seawal pagi besok akan kuhafal ianya lagi. Hingga meracau. Dan berbuih-buih mulutku. Sambil mencicipi manisan yang kau tempel di punggungku. Please deh! Untuk malam ini saja. Tolong jangan hadir di...
Hujan belum reda. Di depan toko tanpa lampu yang pintunya terkunci Nayla menadahkan tangan menahan tetesan hujan yang meluncur dari kanopi toko. Tangannya terlihat menangkapi setiap tetes air yang jatuh dengan tangan kecilnya seakan sedang menangkap harapan-harapan yang berjatuhan ke tanah yang tak ramah ini begitu saja. Di belakangnya...
Di kampungku, ada sebuah jembatan berkonstruksi kayu. Oleh para pemuda, jembatan itu dilumuri cat warna-warni. Sehingga menyerupai warna pelangi. Karena menyerupai pelangi, warga menamai jembatan itu dengan sebutan Jembatan Pelangi.   Nama itu pun, telah kesehor ke seantero negeri. Bahkan, telah mendunia. Masuk dalam road map Google.   *** Setiap hari, apalagi menjelang rembang...
AKU memahat sendiri pintu rumahku ini. Bahannya terbuat dari meranti kaca. Kayu pilihan. Aku menebangnya sendiri di atas bukit nun saat aku masih remaja. Saat itu harga kayu meranti sedang melambung tinggi. Perbatangnya bahkan bisa mencapai harga jutaan. Beruntung sebelum meninggal ayah mewariskanku sepetak tanah di bukit Nun. Dan...
Hari masih terang. Matahari belum pulang. Kira-kira, seperenam hari lagi senja menjelang. Panjang bayangan tubuhku telah lebih dari panjang aslinya. Tanda bahwa waktu sore sedang mengelayuti sudut bumi kampung Matang Seurela dan sekitarnya. Suasana di kebun itu lengang. Hanya sepoian angin pantai yang datang merayab. Meski berjarak hingga satu...
SEORANG wanita gempal berkulit hitam membukakan pintu. Gegas melangkah diikuti pria dengan lars mengkilap yang berjalan tegap, melewati jejeran dipan. Pada ujung ruangan, wanita berpakaian serba putih yang lain kembali membuka pintu selanjutnya. Kedua pria tersebut masuk. Mereka menanggalkan topi sebagai tanda hormat. Untuk seorang yang terbaring nyaris sekarat di...
Oleh Suhaimi* Dulu, kita tak akan percaya bahwa seseorang bisa gila gara-gara kalah dalam sebuah kompetisi. Tetapi sekarang hal tersebut seakan-akan menjadi sesuatu yang lumrah dan bisa dialami oleh setiap orang. Hebatnya, pesta demokrasi menjadi jalan tol bagi siapa pun untuk menjadi gila.
Oleh Alfi Syahril Inilah negeri "Negeri Para Bedebah" dipenuhi oleh manusia-manuasia yang serakah. Perjuangkan kebenaran, perjuangkan keadilan. Kezaliman perlu dilawan. Penindasan perlu dihancurkan. Allahu Akbar. Allahu Akbar. Begitulah Mukidi menutup orasinya di depan jutaan demonstran yang ikut dalam aksi menolak beberapa kebijakan pemerintah. Kebijakan yang dinilai tidak pro rakyat meski...