Sudahilah! Untuk malam ini, simpan saja ceramah janji-janjimu itu di bawah bantal tidurku. Aku mulai menguap, batuk dan terkantuk-kantuk mendengarnya. Seawal pagi besok akan kuhafal ianya lagi. Hingga meracau. Dan berbuih-buih mulutku. Sambil mencicipi manisan yang kau tempel di punggungku. Please deh! Untuk malam ini saja. Tolong jangan hadir di...
AKU memahat sendiri pintu rumahku ini. Bahannya terbuat dari meranti kaca. Kayu pilihan. Aku menebangnya sendiri di atas bukit nun saat aku masih remaja. Saat itu harga kayu meranti sedang melambung tinggi. Perbatangnya bahkan bisa mencapai harga jutaan. Beruntung sebelum meninggal ayah mewariskanku sepetak tanah di bukit Nun. Dan...
TANAH masih bergucang dengan hebatnya. Pohon kelapa di pesisir pantai nampak bergoyang kesana-kemari seperti ingin mengatuk-antuk kepala satu sama lain. Takbir dan azan mengema di mana-mana. "Intan..intann, lari ke ke rumah Yah Cut, neuk." Seru Baidah dari depan pintu rumah Aceh pada anaknya yang nampak tegang bercongkong di depan...
Aku tak menjelma tapi aku nafas mu Diriku tanpa nada tapi menjadi musik mu Aku bukan syair itu, tapi tlah menjadi bait puisi mu Aku pun tak berupa tapi jadi objek lukisan mu Lukisan hati yang kecewa Cerminan jiwa yang terpasung Kegelisahan rasa yang membumbung Dan ketentraman batin yang belum terwujud Semua belum terwujud Terbanglah jangan ke bunga...
Jam 16.00 WIB petang Arhas Peudada rehat kerja. Dia mengajak Muhammad Faty (seorang anak Mabar, Peudada --yang pernah mencoba eksis ngeband di Bireuen bersama Darwis Micola-- jalan-jalan sambil menikmati sunset pada Minggu (28/2/2016). Langkah ragu tanpa tuju itu mereka hentikan di Simpang Mawôt, Gampông Garôt, Peudada--masih dalam kawasan Bireuen--....
SENYUMNYA terus menempel di dinding-dinding bilik keropos ini. Sempurna merajai pikiran ringkihku. Dia telah kumiliki, dalam diksi dan mimpi yang tak bisa kuraba. Di alam nyata, sisi lain diri membisik lembut, terkesan mengejek :Engkau anak dayah yang hanya bermain dengan sarung usang dan kopiah lusuh. Engkau tidak mengerti mode,...
MENATAP laut kehidupan, manusia menyatakan keterbatasan adalah nihil. Situasi daratan yang selalu dibatasi oleh wilayah kekuasaan, adat, pemerintahan dan sebagainya pada saatnya menjadi nihil. Reaksi terhadap nihilnya batas-batas oleh jarak hanya dimungkinkan dengan manusia mau dan mampu memandang bahwa lautanlah yang menyatukan. Alasan pemerintah menyiasati Indonesia agar kembali berjaya di...
ACEHTREND.CO, Banda Aceh -- Gubernur Aceh dr. Zaini Abdullah yang diwakili oleh Asisten Keistimewaan Setda Aceh Azhari Hasan membuka Rapat Teknis Pelestarian Nilai Budaya, Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Aceh - 2016 di Hermes Hotel pukul 09.00 WIB (25/02/2016). Dalam kesempatan tersebut Gubernur Aceh mengucapkan selamat datang kepada peserta dari...
Dari reranting ke dedaunan kau lengketkan benang benenang lekit kau rakit rumah pesona melentur dipukul sepoinya angin bujuk mendenting nada gemulai rayu mendayu yang terharu pun terhenti kepak sesayap di jauh terlihat indah belaka hendak mendekat ke moleknya pemandangan tertawan ia di lezatnya fatamorgana engkau yang dha'if segera menerkam mangsa yang...
SEBENARNYA, rindu hatiku sungguh tak tertanggungkan ingin pulang ke kampung halaman. rindu ibu, rindu rumah, rindu sekali akan bau tanah di kampung selatan. Lama hidup disini rasanya seperti anak singa celaka yang durhaka meninggalkan hutan. Demi alasan hidup lebih baik. Nyatanya tak ubah seperti raja ompong di kandang sirkus....