fbpx
Dalam kemajuan era digital Bangsa ku Hilang arah Kiblat berpindah sesuai selera pipi-pipi anak negeri yang hitam, putih, atau kuning langsat, merona terbasahi air mata. Mata yang cipit, belok, sayu tak kecuali yang buta meraba arah angin. saling melotot seakan keluar dari rongga ingin saling memakan andai bisa. Bangsa ku tercecer Rambut-rambut yang lurus, berombak, ataupun keriting tersepuh sengat sang...
Munajat Sembilan Asnidar Teruntuk kita yang puisi, Berhentilah saling melukai lewat kenangan. Mari rayakan kehilangan lalu pulang ketujuan masing-masing. Ada rintih dalam doa yang berhamburan. Juga tangis yang bernyanyi di gelap malam. Katamu; Aku milikmu, tapi bukan satu-satunya. Bagaimana dunia mampu membantumu melepaskannya, jika kau sendiri enggan melepaskan kenangan-kenangan dalam benak? Kelak, bila semesta...
Setiap hati yang singgah Menghadirkan sebuah luka Menjadikan diri semakin tertutup Trauma yang mendalam mengejutkan hati Ku coba menyadarkan hati tentang ilahi Mengobati jiwa yang hampir mati Dan kini telah ku rasakan cahaya itu masuk menembus relung jiwaku Hadirnyapun terasa dekat Janji yang memang takan ingkar Tetesan demi tetesan mengalir deras di pipiku Di sepanjang malam yg penuh...