fbpx
Pertikaian dan perang yang terjadi di berbagai wilayah menyebabkan orang menggali sejarah bahkan memalsukannya. Seperti pendirian negara Israel secara illegal dan tidak sah di atas tanah Palestina, salahsatu alasannya menurut bualan kaum zionist bahwa tanah Palestina adalah tempat yang dijanjikan Allah kepada Bani Israil. Padahal yang sebenarnya adalah tipu-tipu...
Oleh: Mirza Ferdian Tidak lama lagi waktunya kita akan segera mengetahui siapa siapa saja calon yang akan mengikuti Pilkada Aceh pada tahun 2017 ini baik itu untuk Bupati, Walikota dan Gubernur. Kepada setiap calon hendaknya sudah memikirkan Aceh ini butuh pemimpin yang bagaimana agar nanti jika terpilih dapat bekerja sesuai dengan...
Oleh : Munzami Hs Pasca 10 tahun MoU Helsinki, Aceh seharusnya tidak lagi disibukkan dengan agenda bertema perdamaian, tetapi sudah saatnya fokus pada tuntutan rakyat bertema kesejahteraan. Salah satu tolak ukur kesejahteraan, dapat dilihat dari kondisi perekonomian suatu daerah. Aceh sebagai daerah otonomi khusus saat ini sedang mengalami kondisi yang sangat...
Oleh: Mirza Ferdian* Membaca judul di atas sudah barang tentu sebagian orang akan merasa keberatan. Syukur syukur ada yang protes dan reaksioner. Berarti tulisan ini dibaca. Bagaimana tidak, mereka-mereka itu sangat spesial di Aceh. Ada yang ditakuti karna kegarangannya di medan perang. Ada yang disegani karna sekarang sudah mempunyai harta yang...
Oleh : Hasnanda Putra Bisakah kita memulai cerita tentang dirimu, sesuatu tentang kelebihanmu. Karena kata tuan bijak ketika engkau memulai mencari kelebihan orang lain sesungguhnya engkau sedang memperbaiki kekuranganmu. Namamu Kamaliah, gadis kecil yang dijaga sejak ayunan. Di semenanjung tempat ayah ibumu bermahkota tuanku, engkau bak ratu kecil. Dayang-dayang istana tiada...
Oleh: Yons Ahmad* Saya bukan anggota atau alumni HMI. Tapi, membaca pemberitaan buruk terhadap HMI beberapa hari terakhir ini, meminjam istilah SBY, saya turut prihatin. Saya tidak akan menyoal tentang dana yang diterima HMI untuk kongres dari APBD Riau yang katanya jumlahnya sampai 3 milyar dari total dana kongres yang...
Oleh: Khairil Miswar* Dalam dua hari terakhir, lidah kita semakin fasih mengucapkan kata-kata yang sebenarnya asing bagi mayoritas masyarakat Aceh. Kata-kata itu adalah pohon Kohler. Kabarnya pada 19 November 2015 pohon tersebut yang awalnya berada di pekarangan Mesjid Raya terpaksa ditebang karena terkena proyek perluasan mesjid. Kononnya pohon tersebut ditanam...
Oleh: Muhibbuddin M Husen* Bukan jenisnya, tapi letak tempat dan penempatannya yang barangkali mengelitik banyak orang ikut bicara tentang keberadaan, dan pemusnahan pohon dengan nama GEULUMPANG itu yang terjadi, Kamis 19/11. Jika soal jenisnya, sungguh sayang sekali puluhan pohon geulumpang dikampung saya yang ditebang sembarangan tanpa ada seorang pun ikut tergerak...
Oleh: Mirza Ferdian* Beberapa waktu terakhir ini kita banyak disungguhkan hal yang tragis oleh elit Aceh khususnya para politisi baik dengan ucapan maupun perbuatan. Ucapan pungoe, jahannam, sesat, lebay menggambarkan pribadi masing-masing mereka. Perpecahan internal di partai masing-masing berefek pada banyak hal di pemerintahan Aceh, DPRA dan juga Lembaga Wali Nanggroe....
Publik di Aceh lagi ribut. Pohon "Kohler" atau "Kohlerboom" yang tumbuh di Mesjid Raya Baiturrahman sudah ditebang. Payung elektrik kabarnya akan menggantikan pohon Kohler. Ragam kecamanpun muncul. Salah satunya rezim yang memimpin Aceh saat ini dituding tidak menghargai sejarah. Ardiansyah, tokoh muda dari Nagan Raya, menulis khusus di halaman facebooknya:...