fbpx
Lelaki senja berusia lebih setengah abad itu hanya mampu pasrah. Padinya yang sedang menghijau kini sudah terendam banjir. Lahan persawahan tempat ia menyemai harapan, kini sudah berubah menjadi lautan air. Hancur sudah mimpinya untuk merengkuh untung di akhir masa panen kelak. Di sudut lainnya, nun jauh dari posisi lelaki itu...
Bulan lalu aku keluar malam hari untuk cari angin di luar rumah. Tiba di Kota Matangglumpangdua, Bireuen, aku singgah di tempat orang berjualan durian. Tanpa terasa aku menikmati individu yang bertransaksi durian. Banyak yang menggeleng namun banyak pula yang sepakat dengan harga hasil tawar menawar. Sebenarnya aku tak peduli soalan jual...
“LGBT juga manusia sama dengan kita. Mereka juga berhak hidup sama seperti kita. Di Negara-negara barat LGBT di legalkan. Cuma di Indonesia yang pro kontra, tidak toleransi dan tidak memenuhi hak-hak mereka. Mereka Cuma berlainan seks dan itu alamiah.” Inilah komentar salah seorang teman saya menanggapi status saya di...
Bergek, begitu namanya di sapa. Nama Bergek muncul ke permukaan manakala ia kecil dulu, dengan debut lagu ‘Menghayal’. Setelah album pertama yang melambungkan namanya di kancah musik Aceh, ia sempat meredup dan mandek dalam melahirkan karya. Entah apa sebabnya, tidak banyak orang yang tau. Meski beberapa kali mencoba peruntungan...
MALAM minggu itu bulan sempurna memancarkan sinarnya, bertepatan pada pukul 20.00 wib. Seperti biasanya, kaula muda kota kita ini hanya mampu mengeskpresikan dirinya ke kedai-kedai (warong) kopi. Bersenda gurau, berdiskusi, bahkan ada juga yang disibukkan dengan tugas kuliah. Dan kini, kedai kopi di kota kita tidak lagi identik dengan para...
Wahai para pelaku teror... peledak bom... penembak brutal... pembajak, perusak, penjahat, dan pelaku kekejian... Ingin aku bertanya padamu. Beragamakah dirimu? Adakah Tuhan di matamu? Atau Tuhankah pada dirimu? Apakah begitu tingginya posisimu hingga merasa berhak mengambil nyawa orang lain.Sebegitu sucinyakah kau sehingga menganggap manusia lain  kotor dan berhak kau rusak masa depan dan harapannya? Wahai penyebar teror. Percayakah engkau...
Bencana. Kata-kata itu begitu akrab terdengar di telinga kita. Khususnya pasca tragedi Tsunami yang memilukan itu. Kala itu kita semua berharap, semoga Tuhan menjadikan bencana tsunami sebagai bencana terakhir yang menimpa negeri tercinta ini. Kala itu dada terasa sesak, dan Tuhan berdiri antara jauh dan dekat, antara ada dan...
Haji Leman tidak jadi memakan pisang goreng yang sudah di tangan. Dia meletakkan-setengah mencampak- bada pisang klat barat itu ke dalam cipe. Dia marah karena headline salah satu koran lokal memberitakan tentang orang-orang yang siap maju sebagai orang nomor satu di Aceh. "Tidak tahu malu. Tiap hari berdakwa-dakwi di koran....
Bunda…! Jangan dengarin kata-kata warga yang ngak kekinian itu, mereka memang cuma bisa sibuk habisin waktu umpatin Bunda di warung kopi. Sirik tanda tak mampu. Iya kan Bunda! Biarkan saja Satpol PP yang balas bunda kan? Sebagai warga Banda Aceh yang selalu rapi dan ganteng sekedarnya, saya mendukung kemanapun...