Home OPINI Tuanku Nan Kacau

Tuanku Nan Kacau

KOLOM CATATAN KHAIRIL MISWAR

Kemarin (26/12/15) dan juga hari ini, beranda facebook masih dipenuhi oleh beragam status dengan topik yang sama – tsunami. Hampir semuanya bercerita tentang duka yang terjadi sebelas tahun lalu, tepatnya 26 Desember 2004. Harian Serambi Indonesia hari ini (27/12/15) juga memasang foto seorang gadis yang sedang menitikkan air mata,...
Sebelumnya perlu diingatkan, bahwa dalam artikel ini saya tidak berada pada posisi mengabaikan isu penculikan anak yang telah menyulut kehebohan dalam beberapa hari terakhir, dan tidak pula pada posisi membenarkan isu tersebut yang telah berdampak pada lahirnya kekerasan-kekerasan baru di Aceh. Tulisan ini hanya mencoba mengurai benang kusut akibat...
Sebelum terlalu jauh, baiknya diingatkan di awal, bahwa tulisan ini hadir bukan sebagai kampanye politik, tapi hanya ekspresi keresahan atas sikap galau segelintir politisi di Aceh, khususnya di Bireuen tempat lahir beta. Beberapa hari lalu, (16/01/17) saya sempat membaca sebuah artikel menarik yang ditulis oleh Pimpinan Redaksi AceHTrend,...
Kita tentu memiliki pandangan masing-masing terhadap kata “genit.” Demikian juga dengan saya. Bagi saya, kegenitan adalah sebuah bentuk kelatahan terstruktur dan sistematis, meskipun tidak masif. Dan semua kita berpeluang untuk genit. Di satu sisi, kegenitan dibutuhkan sebagai sebuah media ekspresi. Bagi sebagian orang, menggunakan kegenitan sebagai media adalah sebuah...
Gardner sebagaimana dikutip Hamzah B. Uno (2009) menyebut bahwa seseorang memiliki berbagai rupa kecerdasan, seperti kecerdasan logis matematis, kecerdasan bahasa, kecerdasan musical, kecerdasan visual spasial, kecerdasan kinestetis, kecerdasan naturalis, kecerdasan interpersonal dan kecerdasan intrapersonal. Selain itu, dalam dunia pendidikan juga dikenal istilah kecerdasan emosional yang dalam pandangan Salovey dan...
“Di dunia ini hanya di Aceh yang 80 persen generasi muda menghabiskan waktu di warung kopi siang dan malam. Ini musibah yang lebih besar dari bom atom di Jepang.” Kutipan di atas adalah potongan komentar guru saya, Profesor Farid Wajdi, Rektor UIN Ar-Raniry di surat kabar Serambi Indonesia (22/03/16). Pasca...
BEBERAPA tahun lalu, ketika dalam perjalanan ke Banda Aceh, saya menumpangi bus antar kota. Saat itu, saya mendapat jatah duduk paling belakang. Saya duduk berdampingan dengan seorang wanita bersama anak kecil. Si wanita tersebut adalah istri pak supir. Bersama kami juga ada seorang kernet (kinet). Seperti biasa, ketika bus...
Tidak mudah melahirkan sebuah definisi yang akurat tentang apa itu keangkuhan. Juga tidak mudah melakukan identifikasi tentang siapa yang pantas disebut angkuh. Masing-masing kita merasa berhak mendefinisikan diri kita sendiri, sebab kitalah yang paling tahu tentang kita, bukan orang lain. Meskipun menolak didefinisikan, tapi anehnya, kita tetap merasa berhak...
SEPERTI biasa, tanggal 21 April selalu saja diperingati sebagai Hari Kartini atau dalam bahasa kerennya, "Hari Ibu Kita Kartini." Bagi masyarakat Indonesia, Kartini adalah simbol perlawanan wanita terhadap perilaku diksriminatif kaum laki-laki. Kartini juga dianggap sebagai pahlawan emansipasi wanita. Oleh sebab itu tidak perlu heran ketika sosok-sosok wanita sukses...
Oleh Khairil Miswar*) “Desa di Aceh mengharamkan wifi,” demikian tajuk beberapa berita yang bergentayangan baru-baru ini. Tidak hanya media lokal, beberapa media nasional juga tampak mengutip “fatwa” mengejutkan ini. CNN Indonesia (23/11/18) mencatat bahwa dalih pengharaman tersebut karena jaringan wifi banyak disalahgunakan oleh anak-anak di kawasan itu. Menurut CNN,...