Desember 2024, Aceh Inflasi 2,17 Persen
Istimewa ACEHTREND.COM, Banda Aceh - Inflasi year on year (tahunan) Provinsi Aceh pada bulan Desember 2024 lalu tergolong tinggi mencapai 2,17 persen, sedikit meningkat dibandingkan inflasi bulan November 2024 hanya sebesar 1,55 persen.
Sementara inflasi bulanannya tergolong rendah hanya sebesar 0,57 persen dan inflasi year to datenya tinggi sebesar 2,17 persen. Demikian berita resmi yang disampaikan BPS Aceh, 2 Januari 2025 kepada publik.
Inflasi year to year Aceh bulan Desember 2024 sebesar 2,17 persen disebabkan naiknya indeks kelompok pengeluaran. Diantaranya indeks kelompok pengeluaran untuk kelompok makanan, minuman dan tembakau naik sebesar 3,12 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa naik sebesar 5,99 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman naik sebesar 2,22 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 2,90 persen.
Kenaikan indeks kelompok ini, karena banyak masyarakat melakukan perjalanan wisata dan liburan.
Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga juga naik sebesar 1,04 persen, kesehatan 1,16 persen, pendidikan 1,36 persen.
Sedangkan untuk kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks pengeluaran adalah transportasi sebesar 1,01 persen, kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan 0,87 persen.
Ada 10 komoditas yang dominan memberikan sumbangan inflasi year on year Aceh bulan Desember 2024 mencapai sebesar 2,17 persen, yaitu atas kenaikan harga emas perhiasan, tarif air minum PAM, sigaret kretek mesin, minyak goreng, daging ayam ras, tomat, telur ayam ras, bawang merah, cumi-cumi dan kopi siap saji.
Selanjutnya, 10 komoditas yang memberikan sumbangan deflasi year on year Aceh adalah penurunan harga cabai merah, cabai rawit, ikan tongkol, kangkung, angkutan udara, ikan dencis, telepon seluler, ikan cakalang/sisik.
Akibat dari kenaikan komoditas pada kelompok pengeluaran makanan, minuman dan tembakau, memberikan sumbangan inflasi sebesar 1,14 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakara rumah tangga berikan sumbangan inflasi 0,43 persen.
Kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rumah tangga berikan sumbangan inflasi 0,04 persen, kelompok perawatan pribadi dan jasa 0,33 persen. Sementara kelompok transportasi, memberikan sumbangan deflasi sebesar 0,11 persen dan kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,03 persen.
Dari lima kota di Aceh yang menjadi sampel perhitungan inflasi Aceh, inflasi tertinggi terjadi di Kota Meulaboh mencapai angka sebesar 3,29 persen, kedua Kota Lhokseumawe 2,79 persen, ketiga Kota Banda Aceh 2,16 persen, keempat Aceh Tamiang 1,77 persen, dan kelima merupakan yang terendah Aceh Tengah 1,63 persen.
Karena lima kota di Aceh yang menjadi sampel perhitungan inflasi Aceh semuanya mengalami inflasi antara 1-3 persen, inflasi year on year Aceh pada akhir tahun Desember 2024 naik menjadi 2,17 persen, dibandingkan inflasi bulan November 2024 lalu hanya 1,55 persen.
Pemerintah Aceh bersama lima pemerintah kabupaten/kota tersebut, pada awal tahun baru 2025 ini, harus lebih cermat lagi dalam mengendalikan angka inflasi dengan cara pengendalian harga komoditi pendukung inflasi.
Antara lain harga beras, gula pasir, minyak goreng, telur, cabai merah, cabai rawit, cabai hijau, bawang merah, bawang putih, dan bahan bakar rumah tangga gas elpiji 3 Kg, tambah pasokan secukupnya di pasar, agar harganya tidak melonjak. []





